MY FAMILY

Aku terlahir dari pasangan Ir.Greg Harjanto dan Christina Sri Sumarni pada Juni 1979 di Yogyakarta. Lahir di RS Panti Rapih Yogyakarta ruang Anna secara normal setelah 9 bulan dikandungan ibuku. Dokter yang melahirkanku bernama Alm. dr.Soeprono, Sp.K Aku dibabtis di Gereja St.Antonius,Kotabaru setelah umurku 3 hari oleh seorang romo bernama K.Orie.SJ Setelah beberapa hari kemudian Ibuku harus dioperasi karena terdapat tumor jinak pada rahimnya. Aku lahir sebagai anak ke 3 dari tiga saudara dengan kakak pertama bernama Anastasia Riyanti N.A, SH dan Veronika Julia Satia N.A, ST Selisih umur ku 8 dan 5 tahun dari kedua kakakku. Banyak dari keluarga besarku menyayangiku, mulai dari kedua kakek nenekku, tante dan pamanku hingga orang disekitarku. Aku mempunyai tante Tintin Sriyantini, SH atau adiknya bapak yang selama hidupku selalu membantuku dalam segi pendidikanku. Dimasa kanak-kanakku, aku juga terkenal dekat dengan paman Ir.Soeseno Hadie, yang juga adik dari bapakku. Ketika masa kanak-kanakku, aku terkenal dekat dengan adik sepupuku, dek Teddy ( Prawida Teddy Hananta, S.hut ) dan Mas Aan ( Bernardus Aan Yunanto Prasetyo, S.E,Akt) Ketika masa remajaku, aku lebih cenderung dekat dengan adik sepupu perempuanku Irma ( drg.Indriana Rahmawati Kusumawati). Aku juga mempunyai kakek bernama alm Hadiwarsito yang dalam ingatanku kini begitu nyata menyayangiku hingga meninggalnya saat aku masih kecil. Istrinya, yaitu Nenekku sendiri masih ada dan masih sehat hingga kini adalah 1 dari 2 kakek-nenekku yang masih tersisa hingga kini. Aku sangat menyayanginya hingga kini. Aku merasa sangat beruntung mempunyai 4 pasang kakek-nenek, karena kedua orang tuaku mempunyai 2 pasang orang tua ( 1 kandung, 1 asuh). Selain alm.Wagino dan Suratmi Hadiwarsito, juga alm Salamu Purnohartoyo, alm Suwarno-Djumiyem Harjoperwiro,dan Sunaryo-alm Surati Ratnosunaryo. Saat umurku 12 tahun, tepatnya 5 Mei 1991 aku menerima sakramen komuni oleh romo BS.Haryasmara, MSF setelah 2 kali gagal dalam mengikuti pembelajaran sekolah minggu. Saat umurku 13 tahun, tepatnya 27 Juni 1992 aku menerima sakramen penguatan ( Krisma) oleh Uskup Y.Darmatmaja, SJ. di gereja yang sama St.Yusup Pekerja, yang saat itu masih dibawah paroki Banteng.
Diumurku yang sama, aku di sunat di Bogem, Sleman dan kemudian dipestakan cukup meriah dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang ki. Joko Edan di Pedan, Klaten.


Aku cukup beruntung dari kawan-kawanku yang tinggal di satu komplek, karena aku tidak pernah ditinggalkan kedua orang tuaku untuk sekolah ke luar negeri dan ibu yang kerja untuk mencari nafkah tambahan. Disaat aku mulai memasuki bangku SMU, untuk kedua kalinya ibuku dioperasi karena hal yang sama ketika aku masih berumur sebulan. Perbedaan kali ini, Rahim Ibuku diambil karena alasan kesehatannya. Saat Operasi tersebut, ibuku membutuhkan banyak darah hingga kedua pendonor darah bernama Ir. Hari Susanto ( mas Toni) dan pastur Koko yang menjadi pahlawan keluargaku. Dipenghujung tahun 2007, ibuku harus di operasi di rumah saki yang sama untuk alasan penyakit yan berbeda. 10 Oktober 1998, kakakku yang pertama menikah dengan Ir. F.X. Agus Priyono dan dikaruniai anak bernama Gabriella Titania Setia Priyantika Hingga kini, Tita menjadi cucu semata wayang kedua orangtuaku.
Saat aku berumur 23 tahun, aku menyelesaikan studi strata 1 ku hingga merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah hingga kini. Saat ini aku masih hidup sendirian dan tinggal didekat wilayah kerjaku di Serpong.