DTSS PJB Angkatan VI Ciawi, Gadog

9 06 2009

25-4 Juli 2009

Hari kamis, ketika aku harus mengerjakan presentasiku soal Layer Builder, hp ku tiba-tiba berbunyi….. Ntah karena konsentrasiku baru berdiskusi keteknikan dengan beberapa engineering staff ku, membutuhkan beberapa detik, baru kusadar, panggilan dari PPKP DepKeu. Ups…. Aku sudah melupakannya…. Diklat DTSS harus kuikuti menggantikan rekanku yang tidak bisa melaksanakan diklat. Busyet… Power point ku buat hari jumat belum kelar, harus mulai lagi dengan permasalahan baru..
Akhirnya, hari jumat itu juga, aku belum sempat menghubungi pusat diklat, apa yang harus aku bawa dari Jakarta. Hari minggu malam, aku mulai memasuki karantinaku untuk diasramakan. Wah, bener bener mengingatkannku akan Prajab 2005 silam. 2 minggu lamanya dalam asrama membuatku kehilangan semangat buat menjalaninya. Makanan yang monoton sempat membuat kita sering makan diluar asrama. Dan pelajaran kuliah yang membosankan untuk mendengar dan mendengar membuat badanku menjadi pasif dan malas untuk berpikir. Untung hari jumat, dapat menggerakan badan untuk sama-sama bersenam poco-poco dilapangan tenis.
Dari hari pertama yang membosankan, mendengarkan ceramah, sambutan, dan harus mulai mengenal temen baru baik di kamar maupun dikelas. Masih kaku untuk berkomunikasi dengan mereka ( temen satu kamar ) yang memang dari segi usia juga jauh berbeda. Beberapa malam aku lewati dengan mereka, aku mulai merasa nyaman. Banyak belajaran hidup yang aku dapatkan untuk menjalani profesiku di kemudian hari. Aku mendapatkan ruangan G yang mereka bilang singkatan dari Gambler karena tiap malam, pasti tak terlewatkan buat bermain kartu. Atau juga G singkatan dari Gg Semen, yang konotasinya tempat nongkronnya PSK di dekat asrama. Maklum, jadi bahan pembicaraan setiap malam. G juga boleh diartikan Geblek, Geblek, Ga Jelas, Ga niat. Hihihi… jadi seneng kalau harus mengingatnya. Mereka bernama Rinto Kusuma ( 49 th) Suhudi (45 th) dari Dirjen Pajak DepKeu, Hery (43 th), Budi (42 th) dari BKN, dan Arif ( 41 th) dari Dirjen Imigrasi DepKumHam. Gak hanya hobbi maen kartu, nonton film dewasa pun juga jadi kegemaran penghuni ruangan kita tiap malam. Woke.…Piss…..
Dengan mereka lah, ruangan saat pembukaan DTSS disulap menjadi tempat nonton final liga Champion digelar. In Focus dengan Amplifier 5000 PMPO, cukup bikin bising ruangan saat Leonel Messi (Barca) membobol gawang Edwin Van de Sar (MU).
Hari berganti hari dan saatnya untuk ujian. Karena kekonsistenan kita, tidak akan menggoyahkan kita dari meja main kartu. Kekompakan kita juga tetap berlanjut sampai meja ujian. Selain harus bikin contekan bersama, juga harus melakukan diskusi ilegal saat ujian berlansung. Hihihihi……
Special Thanks to : Sabarudin atas sharing film2 nya, Tommy yang menjadi ketua kelas, Aris yang selalu menjadi opinion leader saat bikin tugas diskusi kelompok 5.
Thanks semuannya……Akan menjadi indah, dalam cerita kehidupan kerjaku kelak.





Acara Tutup Tahun 2008

9 01 2009

Pagi hari aku kembali ke Jakarta dari liburan Natal ku di Jogja. Dari Depok, aku pergi ke Serpong dengan kendaraan roda 2 dan karena cuaca yang gak mendukung alias hujan di pagi hari, aku pakai mantel hujanku. Satu jam perjalanku cukup membuatku basah. Maklum, bawaan ku yang cukup banyak membuat mantelku tidak melekat dengan sempurna. Sampai kantor, aku segera ke lokasi project pembangunan Lab yang cukup lama aku tinggal tanpa pernah aku lihat kembali. Sampai di Lokasi, aku sempatkan ngobrol-ngobrol dengan orang project. Setelah dari sana, aku coba lihat email yang jumlah nya udah banyak… Aku baca satu persatu hingga membuat makan siangku terlambat. Entah karena aku kurang tidur dalam perjalanku pulang ke Jogja, membuat badanku drop dan masuk angin. Aku minta rekan kerjaku buat menggosok badanku. Lumayan… Badan ku terasa nyaman. Aku kembali ke Rumah… Ntah kenapa aku kangen ama suasana rumahku…. Rumahku sudah begitu akrab buat kehidupanku. Sampai di rumah, aku sempatkan mandi air hangat dan makan seadanya….. Aku lanjutkan pergi ke Jakarta dengan roda dua. Maklum, Suasana macet sudah dibenakku. Aku Berangkat dengan badan kurang fit hingga sampai di BHK ( Tugas Koor Misa tutup Tahun). Ntah kenapa, badanku menjadi sangat sehat. Mungkin ini yang kuanggap muzijat Tuhan. Acara Koor pun berjalan sukses. Ada yang unik dari acara misa ini… Kita dipimpin oleh seorang Romo yang membimbing kita saat acara Choice bulan Agustus yang lalu. Romo amat senang melihat kegiatan positif yang kita lakukan sebagai ungkapan syukur kita. Acara dilanjutkan ke salah satu Villa sahabat salah satu teman choice, tepatnya di pantai Mutiara, Pluit…. Busyet….!! Ternyata villa nya begitu keren… di belakang ada darmaga kecil buat kapal boat pribadi. Aku sempatkan ke darmaga kecil dan melihat lingkungan sekitar. Semua tertata indah bagaikan surga layaknya di film-film Hollywood. Kegiatan kita terpusat di tengah villa, tepatnya di Kolam Renang. Disana diadakan pesta penyambutan pergantian tahun. Acaranya mirip seperti di MTV Party. Disana kita ber 20 orang ( Rombongan kecil) berbagi melepas tahun 2008 dengan bergandengan tangan diiringi hiasan kembang api yang spektakuler tepat diatas kita yang belum pernah aku lihat sebelumnya….. Acara tahun baru yang tak pernah terlupakan….. Mungkin ini menjadikan hadiah dari Tuhan untukku.

Setelah acara selesai, kita lanjutkan makan siang di kedai bubur kawasan Pluit hingga pukul setengah 3 pagi. Acara dilanjutkan ke Lapangan Suropati buat melihat sinar matahari 2009. Acara selesai jam 5 pagi dan kembali BHK guna mengambil motor yang aku titipkan disana. Sungguh tak percaya aku bisa sekuat itu menggendarai roda 2 tanpa tidur nyenyak di malam sebelumnya dengan kondisi badanku yang drop dan kecapekan.
Tuhan memberikanku keselamatan dan Muzijat di Awal Tahun 2009.
Terimakasih Tuhan.





Selamat HAri Ibu…

22 12 2008

Hari Ibu menjadi perhatian khusus di Dunia Pemerintahan akhir-akhir ini… Selain Upacara di Puspiptek, hampir semua memperhatikan issue ini… Dari beberapa kejadian di Televisi, hingga sinetron Padamu Ibu….
Bagi gue, hari ibu adalah hari dimana gue harus menyempatkan diri telpon ke rumah…. sekedar ngobrol soal kehidupan ku di Jakarta. Kasih Ibu memang kasih di Dunia ini yang paling tulus diberikan ke kita, wajar jika surga ada dibawah telapak kaki ibu. Terima Kasih Ibu…..





Jalan Yuk….!!

2 12 2008

Bandung, 22 November 2008

Tepatnya jam 13.30, kita anak angkatan 2004 BPPT berencana mengunjungi salah satu sahabat kita yang terkena Lelayu 3 hari yang lalu. Rencana dimulai dari prakarsa Ir. Djoko Widodo, M.Kom ini disambut dengan antusias oleh temen-teman angkatan. Mungkin karena banyak kepentingan yang berbeda dari jaman sebelumnya, Semula yang diprediksi mengunakan 2 mobil, menjadi cukup satu mobil saja. Kita ber empat jalan dari PUSPIPTEK, Serpong ke Rumah duka, di daerah Cikampek, Jawa Barat pukul 13.30 WIB. Sampai rumah duka pukul 16.55 WIB. Cukup terlambat karena harus kesasar sana-sini untuk kesekian kalinya. Pulang dari rumah duka, kita berencana langsung ke Bandung untuk melepas malam minggu bersama teman-teman disana. Cukup banyak cerita yang terungkap dari pembicaraan seputar issue-issue kantor dan rencana- rencana yang akan ditempuh masih-masihng personal. Kita kembali ke Serpong pukul 23.00 WIB. Perjalanan yang panjang dan melelahkan.

barner





Last Tripper w/ my Granma

22 10 2008

Aku ingat saat aku masih hidup dan sekolah di Pedan, kira-kira umurku masih 4 tahun… aku belum sadar apa yang dinamakan seorang yang meninggal dunia…. saat itu eyang kakung ( Hadiwarsito swargi…) telah dipanggil Tuhan….. Aku selalu menanti kedatangannya untuk kesekian kalinya…. tapi belum paham-paham ketika orang tua ku berusaha memberitahuku….
Mungkin pikirku saat itu eyang pergi jauh dan lama ga akan pulang….. itu cerita 25 tahun yang lalu….
Sekarang aku kehilangan lagi sosok eyang uti yang tak lain adalah istri dari eyang kakung Hadiwarsito. Mungkin kondisi nya beda….. aku merasa bisa merelakannya walau kadang aku teringat lagi memoriku akan kenangan-kenangan manis beliau semasa hidupnya. Saat aku masih kecil… ntah aku lupa kapan itu…. aku sering diajak ke pasar klewer buat kulakan atau membeli bahan buat dijual lagi di Pasar Pedan. Seperti kebiasaan sebelumnya…. kita selalu makan bakso dulu ( Bakso pasar klewer, yang begitu melegenda…) sebelum jalan buat mulai berbelanja…. Yah, namanya masih kecil… aku selalu minta ini itu sambil mengajukan tangan,  yang menurutku aku akan senang buat memilikinya…. pikirku saat itu….
Aku senang bisa naik bis tingkat Kartosuryo-Surakarta ( Sekarang sudah tidak ada…), dan eyang Adi selalu menemaniku buat duduk di barisan paling depan di lantai dua…. aku bisa melihat-lihat indahnya kota solo yang bisa membuatku senang…. kenangan banget pokoknya……

Dua tahun yang lalu…. tepatnya sehabis Syawalan di Sendang Ayu…. ( itu mungkin terakhir bagi eyang bisa berjumpa dengan semua anak, cucu, cicitnya……), aku menemani mendiang eyang hadi untuk pulang ke Bekasi. Saat itu kondisinya sangat berbeda….. kesamaanya hanya perjalanan tersebut kita lakukan hanya berdua dengannya. Kita melakukan perjalanan dengan pesawat terbang… saat itu aku duduk di bagian depan… hampir seperti saat kita naik bis tingkat di Surakarta 25 tahun yang lalu….., Eyang selalu panik untuk minta turun saat penerbangan berlangsung….. kadang aku harus tersenyum dan berusaha meyakinkannya bahwa semua baik-baik aja….. Saat dari kita di Adisujipto, kita selalu mendapat pelayanan prima dari penerbangan domestic dan fasilitas bandara. Saat itu pikirku…. mungkin inilah buah dari kebaikan beliau….. dan perjalanan itulah yang menjadi acara jalan-jalan terakhirku dengan beliau….

Selamat jalan eyang…..





Lelayu

21 10 2008

Telah di panggil Tuhan pada hari Kamis pagi 06.45 di Jakarta.
Dan langsung dibawa ke Pedan, Klaten,  jam 11.00 siang dengan ambulance dari Jakarta dan sampai di rumah duka, Klaten  jam 21.30 wib malam hari…
Pagi hari nya setelah ada acara singkat , diberangkatkan ke makam keluarga di Pedan pas di makam sang Suami yang kebetulan adalah eyang Kakung ku yang sudah hampir 20 tahun wafatnya…..
Hari Jum’at pagi nya, diawali dengan pangayubagya oleh om Yuwono Sri Suwito dan juga dari Bapak Lurah Keden, jenazah diberangkatkan ke makam tepat jam 09.30 wib.
Upacara pemakaman selesai sekitar jam 10.30 dan dipimpin oleh mas Suparmo yang tak lain adalah suami mbak Kusmi. Kami keluarga meminta maaf atas kesalahan eyang kami selama di Dunia, dan mohon doa nya.. Amin… keluarga meninggalkan 3 anak ( G. Harjanto, Tintin Sriyantini, dan Suseno HAdie) dan 6 cucu ( Mba Isye, Mba Vera, Aku sendiri, dek Rina, dek Putra, dan yang terakir dek Febri….