PERNAH

18 11 2008

Pernahkah kamu merasakan

mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tidak sendiri lagi

dan kamu tahu cintamu tak akan tebalaskan,

tapi kamu akan tetap mencintainya…….

Pernahkah kamu merasakan

kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yg kamu cintai

meski kamu tahu ia takkan pernah peduli

Ataupun ia peduli dan mengerti, tapi tetap pergi tanpa bersamamu……

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta

Tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia

Bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah……

Aku pernah…

Aku pernah tersenyum meski terluka karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku

Aku pernah menangis kala bahagia, karena takut kebahagiaan ini akan sirna begitu saja,

Aku pernah sedih kala bersamanya, takut kehilangan dia suatu saat nanti,

dan…

Aku jg pernah tertawa saat berpisah

karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yg lain untukku.

Aku tetap bisa mencintainya, meski tak dpt kugapai.

karena memang cinta ada dalam jiwa dan bukan dalam raga….

Seperti papatah lama mengatakan…….

Jika kamu menginginkan sebilah pedang berkualitas tinggi, pesanlah di ahli tumpu besinya…..

Jika kamu menginginkan cinta yang sempurna, pesanlah langsung dari yang menciptakannya.

undangan-pesta





I Like Yours Family

5 11 2008

BRAZIL-KAKA-CAROLINE-LUCA

This photo released on June 11, 2008 by Brazilian soccer player Ricardo Izecson dos Santos Leite, better known as Kaka (L), shows him with his wife Caroline and son Luca, in Sao Paulo, Brazil, on June 10, 2008. Caroline Celico Leite gave birth to Luca at 1. Kaka is my Favoriet Player in AC Milan Squadra. I Like his abbility and personality.





Pahlawan

15 08 2008

Terlepas dari hari kemerdekaan RI ke 63 tahun ini kita tidak bisa melupakan jasa para pahlawan bangsa mempertahankan kemerdekaan tanah air Indonesia. Pahlawan menurut pendapat pribadiku yakni yang gugur dengan jasa-jasanya demi bangsa dan tanah air ini. Baik pahlawan yang mempertahankan pada bidang politik dan pahlawan yang memang dengan angkat senjata bertempur di medan perang. Bukan semata-mata mendapat gelar pahlawan yang memang diajukan oleh pihak keluarga dan disetujui oleh pemerintah untuk dijadikan pahlawan dengan berbagai piagam dan lencana-lencananya. Agak aneh jika menelusuri jejak-jejak pahlawan kita dan bagaimana cara berpikir kala itu dengan gagasan yang cemerlang dan penuh motivasi tersebut. Dibilang tanpa pamrih, mungkin agak idealis, dibilang membela negara, mungkin agak terlalu mengada-ada, tapi yang jelas, mereka bermimpi untuk melihat anak cucunya hidup bebas, tanpa adanya tirani penindasan. Kita sebagai bangsa yang besar harus mampu menanggung beban mulia tersebut untuk memperjuangkan bangsa kita yang masih berantakan yang akhir-akhir ini mulai kehilangan semangat perjuangan untuk membangun negeri ini menjadi seperti yang para pahlawan perjuangkan saat itu. Meski masih menjadi negara kerdil, tapi kita harus percaya bahwa kita bisa menjadi negara yang kuat dan mangayomi bangsa yang lemah. Mungkin saat pahlawan kita berjuang, mereka sempat tidak percaya kalau mereka bisa merdeka saat itu, yang sudah 3.5 abad atau 4 generasi nenek moyangnya berada didalam tirani penjajahan.. Bagaimana dengan kita….? Percayakah kita bahwa kita akan menjadi bangsa yang besar…?

Pahlawan yang paling inspiratif dalam berpikir dan bertindak menurut versi pribadiku:

Drs. Muhammad. Hatta ( Pemikir kerakyatan yang dibangun dengan sistem koperasi, berjuang untuk membentuk Indonesia tanpa kekuatan diktator terpusat, sangat menentang faham komunisme.)

Jendral Soedirman ( Pemimpin perang gerilya di Jawa. Bersama Tan Malaka menjadi penggagas Indonesia merdeka tanpa jalan diplomasi)

Tan Malaka ( Penggagas awal Replubik Indonesia yang mempimpin pergerakan bawah tanah, mahir dalam pergerakan revolusi dan berjuang dalam pelarian ke 11 negara hingga nasibnya tragis dibunuh oleh TNI yang dibelanya. Buah pemikiranya banyak disadur oleh Ir Soekarno. Sempat mendirikan Partai Murba, yang kemudian berkolaborasi menjadi Partai Demokrasi Indonesia di masa Orde Baru. Pemikirannya banyak mengarah ke kekuatan rakyat dan karena beraliran “kekiri-kirian”, di masa orde baru termasuk daftar pahlawan yang diasingkan dari buku sejarah)

Ir. Soekarno ( Presiden pertama RI yang mempunyai ideologi nasionalis, sering menjembatani berbagai faham yang berbeda dan berselisih. Beliau sangat ahli dalam membakar semangat perjuangan kemerdekaan. Mendirikan Partai Nasional Indonesia yang kemudian berkolaborasi menjadi PDI di Pemerintahan Orde Baru )

Sultan Sjahrir ( Pemikir Ideologi Social Demokrat, Pernah menjadi perdana menteri yang merubah sistem presidentil menjadi parlementer, banyak mengutamakan jalan perundingan untuk mempertahankan kemerdekaan, tapi usahanya selalu mendapat tantangan dari Tan Malaka dan Jendral Soedirman yang lebih mengutamakan perjuangan dengan bergerilya)

Ditulis : ryanmesin





Menonton dengan Hati…

15 07 2008

Salah satu slogan acara reality show Kick Andy di MetroTV setiap hari kamis jam 22.00 – 23.00 Wib. Dengan membawakan sebuah pertanyaan yang selalu bisa memojokan sang panelis dengan pandangan-pandangan yang tidak konvensional (Adburahman Wahid). Kick Andy menanpilan reality show yang tidak menghakimi, mempermalukan,dan juga tidak memuji secara tidak proporsional, yang manusiawi dan menyentuh hati dengan bahasa dan caranya yang menggunakan hati. (K.H. Abdullah Gymnastiar). Kick Andy sangat inspiring, menyentuh, shock therapy yang bagus untuk masyarakat Indonesia supaya lebih bersyukur dan Survive dengan hidupnya sendiri ( Putri Waria Indonesia 2006)

Ketika aku menginjakan umur yang baru, seorang kawan memberikanku sebuah hadiah buku berisi kumpulan kisah inspiratif Kick Andy. Buku tentang kisah kumpulan Inspiratif ini akhirnya selesai aku baca meski harus berhari-hari. Buku yang banyak menggambarkan bahwa ada kehidupan di sekitar kita yang sangat besar untuk sebuah keteladanan hidup. Buku yang banyak menampilakan sosok seorang tokoh yang dirangkum dalam sebuah tanya jawab yang sangat menyentuh. Dari tokoh masyarakat Jogja, Sri Sultan Hamengku Buwono X hingga Hercules, Preman kawasan tanah abang yang luar biasa. Dari jaman korban penindasan penjajahan Jepang hingga pernikahan kaum gay di negeri ini. Semua disuguhkan dalam artikel yang membuat pembaca bisa secara mudah mengambil kesimpulan.. Buku 271 halaman dengan 22 tokoh tersebut sangat bisa menggugah emosi baik pro dan kontra. Seperti seorang ibu yang mencari anaknya yang terbakar saat kerusuan Mei, Pembuangan mahasiswa Indonesia era orde lama yang dicap sebagai penganut faham komunisme, leninisme, dan marxisme yang sacara sepihak ditetapkan hingga pembunuhan antar bangsa sendiri karena berbagai gejolak di peralihan kekuasaan tersebut. Menonton dengan hati karena memang acara tersebut sangat menyentuh penonton dengan ditampilkannya sosok sang ibu yang mencari sosok anaknya yang hilang, Bertaubatan Tiara Lestari (Gadis Playboy) karena sosok sang ibu, hingga perjuangan Ronny Patinasarani ( Legenda sepak bola tanah air) beradu kasih sayang ke sang anak dengan bandar narkoba. Bagi memang yang tertarik akan cerita yang inspiratif dan penuh fenomena, tak ada ruginya untuk dibaca.

Ditulis : Ryanmesin





Why Not Now…?

4 07 2008

Istilah yang aku dengar dari Mario Teguh pada acara Bussiness Art yang diusung station tv lokal ibukota. Mendengar istilah itu membuat apa yang menjadi kelemahanku terusik. Memang benar, Aku selalu menunda apa yang bisa aku lakukan sekarang untuk aku lakukan besuk. Besuk yang akan menjadi kemarin di hari kedua, dan seterusnya.

Terus pertanyaan nya, kapan terakhir aku melakukan sesuatu yang baru? Tak bisa aku bayangkan dampak apa dari penundaan yang aku lakukan hari ini. Yang jelas dengan mengabaikan waktu sekarang akan menambah masalah dikemudian hari dengan masalah kemarin. Hambatan selalu didepan, baik hambatan besar maupun kecil efeknya sama, yaitu menghambat. Mengapa tidak kita coba habisi terus menerus hingga hambatan tersebut bukan menjadi hambatan di kemudian hari. Banyak orang selalu membuat hambatan sendiri di dalam kehidupannya. Hambatan yang berupa kesalahan di masa lalu ditaruh di tahun akan datang, dan mengatakan bahwa semuanya adalah hambatan yang harus dilalui ditahun berikutnya. Kegagalan dimasa lalu menjadikan sesuatu proses untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat, alangkah bijaknya efek dari kegagalan tidak berdampak dimasa datang, meski tidak untuk dilupakan.

Ditulis berdasarkan: The Bussiness Art by Mario Teguh ( Kamis, 3 Juli 2008)





Hidup dalam kehidupan

4 07 2008

Aku hidup tidak dalam waktu, aku hidup dalam perbuatan. Pekerjaan apapun jadikan yang terbaik dimasa sekarang dan hiduplah dalam pekerjaanku sekarang, karena aku akan memeperoleh arti dari kehidupan itu sendiri. Janganlah bekerja untuk mencari uang, karena kamu hanya akan memperoleh uang , jangan bekerja hanya untuk mencari sesuap nasi, karena kamu hanya akan merasa kenyang. Banyak orang jadi besar karena ide yang kecil, tapi banyak orang yang tidak besar meski tahu ide yang besar. Mengapa orang selalu fokus akan masalah yang dihadapinya, tanpa memulai langkah pertamanya. Banyak orang takut gagal dalam usaha pertamanya, tapi tidak takut gagal dalam semua kehidupannya. Tidak ada orang sukses kalau dia belum pernah tahu mana yang disebut gagal. Semua berproses secara bertahap dan cepat. Selama ada kemauan, semuanya terjadi secara alamiah. Banyak orang beranggapan bahwa orang pintar akan kalah dibanding orang kaya, dan orang kaya pun juga akan kalah dibanding orang yang lebih beruntung. Mengapa tidak jadikan hidup kita lebih beruntung?

1. Bagaimana supaya kita lebih beruntung?

2. Apakah ada sekolah yang membuat kita beruntung?

Bagaimana supaya kita lebih beruntung?

Kita hidup selalu dihadapkan akan masalah, kita juga hidup selalu berkompetisi, mengapa tidak kita jadikan semuanya menjadi kekuatan akan keberuntungan. Orang akan sukses dalam menjalani kehidupan jika orang lain sekitar kita juga sukses dalam menjalaninya. Orang akan selalu memberikan keberuntungan ke kita, selama orang tersebut merasa menerima keberuntungan karena kita. Seorang kompetitor akan selalu berkompetisi untuk mencapai sesuatu yang terbaik untuk usahanya. Dan karena semuanya berjalan cepat dan saling mengejar, maka menjadikan kompetisi tersebut susah untuk dimasuki kompetitor baru. Jadi jawaban yang bijak untuk pertanyaan diatas adalah membuat orang disekitar kita menjadi beruntung karena kita, maka kita akan beruntung.

Apakah ada sekolah yang membuat kita jadi lebih beruntung?

Sekolah tidak akan memberi gelar sarjana beruntung, tapi dengan bersekolah kita akan menjadi pribadi yang lebih beruntung. Kita banyak mengenal teman, kita banyak mengenal organisasi dengan mengorganisasi, kita juga banyak mengenal akan sumber keberuntungan didalam interaksinya.

Ditulis : Ryanmesin

Narasumber : The Art of Bussiness





Rating vs Pendidikan Moral

25 06 2008

20 Juni 2008


Weekend telah tiba….
Semuanya berjalan tidak sesuai rencana. Aku ingin menyegarkan masalah di kepala. Kerjaan, uang, dan jodoh… selalu menjadi masalah bagi sebagian hidupku. Panik berbaur Stress selalu mengikutiku hingga terlelap di Jum’at malam… Seperti kebiasaan hari sabtu pagi, selalu dimulai dengan membersihkan rumahku.
Capek brek…. rasa rutinitas yang mengganguku hilang seketika… Pinggin rasanya refresing liat tv… ups… sinetron semua….. bener-bener deh… Dari pagi dimulai dengan berita infortement, dilanjutin dengan sinetron ABG. Lagi-lagi soal cinta monyet dan intrik percintaannya, dibumbui dengan acara foya-foya di sebuah pesta anak muda.. Siang hari ga kalah dengan station tv lain, acara Infortement diulang lagi. Kalau bukan soal perceraian, perselingkuhan, dan saling gugat sesama artist, biasanya soal berebut hak intelektualnya. Menjelang senja, ada acara yang mengedepankan reality show soal cinta dan perselingkuhan anak muda… Acara yang dipandu oleh gading marten cs, atau kuya yang selalu membuat korbannya tak sadar tertangkap kamera. Bersamaan dengan itu, TV swasta lain mengedepankan acara lomba nyanyi anak-anak yang dipandu Duta Cs. Dan yang aku garis bawahi adalah lagu yang dinyayikan hampir lagu-lagu yang mengedepankan cinta oleh group band orang dewasa. Bener-bener bikin ngeri kalau harus membayangkan generasi muda pembangun bangsa negeri ini… Senja menjelang malam hari, acara quiz berhadiah milyaran membikin peserta selalu mengejar mimpi-mimpinya. Terasa hidup sangat mudah untuk mendapatkan rejeki secara instant, walau sebenarnya juga ada muatan judi didalamnya. Hampir sama dengan acara reality show yang pernah menjamur dengan mengekploitasi kemiskinan negeri ini. Acara yang dipandu Peggy yang menjanjikan pelunasan seluruh hutang yang akan dilunasi walau harus merendahkan martabatnya. Hanya acara sejenis ini sudah mulai jarang dijumpai di layar kaca. Begitu pula dengan acara yang mengekploitasi sesuatu yang goib dengan uji nyali pada daerah yang dianggap kramat oleh masyarakat.. Untuk menggali naluri primitif dari manusia, yaitu naluri rasa takut, yang semakin takut, orang akan mencari sumber rasa takut. Acara yang baru populer saat ini adalah dengan mengirim sms dengan pengurangan pulsa untuk sesuatu yang tidak nyata. Bagaimana ga untung besar sang pemilik operator quiz. Bekerjasama dengan pihak provider dan hanya modal mesin server penjawab. Dengan mengirimkan tarif premium, akan dihandle oleh operator yang akan diteruskan ke line penjawab yang kemudian dibikin susah untuk berhenti berlangganan. Untuk acara sinetron juga masih banyak dijumpai akan sesuatu yang tidak layak untuk dipertontonkan di jam utama keluarga. Bayangkan, anak sekelas SMP yang mempunyai sifat jahat yang berlebihan pada karakternya yang tak masuk akal seusianya. Jauh dari karaketer pelajar yang mempunyai tugas belajar, atau orang tua yang selalu sibuk bekerja memeras keringat.

Selain menimbulkan budaya Urbanisasi besar-besaran di negeri ini, sinetron juga banyak memicu tindak kriminal yang lain dan menimbulakan budaya konsumtif yang berlebihan. Bayangkan, bagaimana bisa orang desa menilai bahwa di kota, hidup sangat begitu susah mencari rejeki? Yang selalu dilihat, hanya masalah intrik keluarga, cinta dan perselingkuah, dan uang yang begitu mudahnya didapat. Bandingkan dengan mereka yang bekerja menguras keringat dalam hidupnya, tanpa ada waktu buat acara perselisihan anak2 mereka soal cinta. Boro-boro pesta, buat makan hari ini dan besuk aja masih belum pasti.


Bagaimana dengan pengaruh yang ditimbulkan dari Televisi sendiri?
Menurut data pengamatanku selama ini, sering aku melewati di daerah “pemukiman kumuh”, dan yang aku temukan begitu mengejutkannku. Rumah tak layak huni seperti itu, mempunyai Televisi 29″ keluaran cukup baru. Bahkan di daerah tepatnya dibawah tol dalam kota sisi utara Jakarta, tak jarang dijumpai antena Parabola Indovision, Astro, dsb. Begitu besar anemo masyarakat tentang budaya menonton televisi….
Bagaimana pengaruh nya terhadap perilaku masyarakat?
Dari hasil survey yang dilakukan Christian Science Monitor tahun 1996 terhadap 1209 orang tua memiliki anak antara umur 2-17 tahun, 56% responden mempengaruhi secara langsung, 26% mempengaruhi secara simultan, 5% cukup mempengaruhi, dan 11% tidak. Menurut Dr.Brandon Centerwall ( Univ. Washington) Televisi tidak langsung mempengaruhi orang-orang dewasa dalam melakukan tindak kekerasan.
Pengaruhnya sedikit demi sedikit tertanam pada pelaku sejak mereka masih anak-anak. Menurut Ron Solby ( Univ. Harvard) ada 4 dampak pengaruh anak dalam menyikapi apa yang dilihat dalam acara TV
1. Dampak Agresor, dimana sifat jahat dari anak semakin nampak
2. Dampak korban, dimana sang anak akan menjadi penakut dan semakin sulit mempercayai orang
3. Dampak pemerhati, dimana sanga anak tidak perduli akan lingkungan dan kesulitan orang lain
4. Dampak Nafsu, dimana sang anak selalu melihat dan melakukan kekerasan dalam mengatasi masalahnya.


Bayangkan bila setiap anak selalu disuguhkan 127 adegan kekerasan, berapa yang akan diterima seminggu, setahun? Mungkinkah akhirnya si anak merasa “tidak apa-apa” memukul dan menganiyaya orang lain? Tentu saja semuanya jadi dilema, tidak ada titik temu untuk memecahkannya. Christovia Wiloto, seorang penulis buku The Power of Public Relation, Pemilik station TV hingga saat ini masih mendewakan rating acaranya. Hal ini karena pemasang iklan juga menggunakan bahasa yang sama untuk memutuskan kemana iklannya diarahkan. Ironisnya jika kritik itu disampaikan ke para pekerja televisi, dalihnya juga masuk akal. Bisnis yang serat akan modal, idealnya memang sebuah tayangan harus bersifat mendidik, menghibur, dan laku jual. Tapi tayangan yang mendidik dan menghibur, belum tentu laku jual.
Bagaimana dengan anda, keluarga anda?
Bagaimana harus menyikapinya? apakah anak kita harus dijauhkan dari televisi?
Atau selalu kita dampingi saat menonton acara televisi?
Semua tergantung anda?

Tontonan yang menurut ku lebih bijaksana untuk dilihat:

1. Kick Andy ( Metro TV )

2. The Bussiness Art With Mario Teguh ( O Chanell)

3. Nu8ber ( O Chanell)

4. Perspektif ( AnTV)

5. Wisata Kuliner ( Trans TV)

6. Oasis (Indosiar)

7. Jejak Petualang ( Trans 7)

8. Surat Sahabat ( Trans 7)

9. Sport 7 ( Trans 7)

10.Snap Shot ( Metro TV)

Ditulis : Ryanmesin

Sumber Inspirasi :

Kumpulan kisah inspiratif Kick Andy
Dialog Interaktif dengan Kak Seto
The Power of Public Relation
The Bussiness Art by Mario Teguh