20 Juni 2008

Weekend telah tiba….
Semuanya berjalan tidak sesuai rencana. Aku ingin menyegarkan masalah di kepala. Kerjaan, uang, dan jodoh… selalu menjadi masalah bagi sebagian hidupku. Panik berbaur Stress selalu mengikutiku hingga terlelap di Jum’at malam… Seperti kebiasaan hari sabtu pagi, selalu dimulai dengan membersihkan rumahku.
Capek brek…. rasa rutinitas yang mengganguku hilang seketika… Pinggin rasanya refresing liat tv… ups… sinetron semua….. bener-bener deh… Dari pagi dimulai dengan berita infortement, dilanjutin dengan sinetron ABG. Lagi-lagi soal cinta monyet dan intrik percintaannya, dibumbui dengan acara foya-foya di sebuah pesta anak muda.. Siang hari ga kalah dengan station tv lain, acara Infortement diulang lagi. Kalau bukan soal perceraian, perselingkuhan, dan saling gugat sesama artist, biasanya soal berebut hak intelektualnya. Menjelang senja, ada acara yang mengedepankan reality show soal cinta dan perselingkuhan anak muda… Acara yang dipandu oleh gading marten cs, atau kuya yang selalu membuat korbannya tak sadar tertangkap kamera. Bersamaan dengan itu, TV swasta lain mengedepankan acara lomba nyanyi anak-anak yang dipandu Duta Cs. Dan yang aku garis bawahi adalah lagu yang dinyayikan hampir lagu-lagu yang mengedepankan cinta oleh group band orang dewasa. Bener-bener bikin ngeri kalau harus membayangkan generasi muda pembangun bangsa negeri ini… Senja menjelang malam hari, acara quiz berhadiah milyaran membikin peserta selalu mengejar mimpi-mimpinya. Terasa hidup sangat mudah untuk mendapatkan rejeki secara instant, walau sebenarnya juga ada muatan judi didalamnya. Hampir sama dengan acara reality show yang pernah menjamur dengan mengekploitasi kemiskinan negeri ini. Acara yang dipandu Peggy yang menjanjikan pelunasan seluruh hutang yang akan dilunasi walau harus merendahkan martabatnya. Hanya acara sejenis ini sudah mulai jarang dijumpai di layar kaca. Begitu pula dengan acara yang mengekploitasi sesuatu yang goib dengan uji nyali pada daerah yang dianggap kramat oleh masyarakat.. Untuk menggali naluri primitif dari manusia, yaitu naluri rasa takut, yang semakin takut, orang akan mencari sumber rasa takut. Acara yang baru populer saat ini adalah dengan mengirim sms dengan pengurangan pulsa untuk sesuatu yang tidak nyata. Bagaimana ga untung besar sang pemilik operator quiz. Bekerjasama dengan pihak provider dan hanya modal mesin server penjawab. Dengan mengirimkan tarif premium, akan dihandle oleh operator yang akan diteruskan ke line penjawab yang kemudian dibikin susah untuk berhenti berlangganan. Untuk acara sinetron juga masih banyak dijumpai akan sesuatu yang tidak layak untuk dipertontonkan di jam utama keluarga. Bayangkan, anak sekelas SMP yang mempunyai sifat jahat yang berlebihan pada karakternya yang tak masuk akal seusianya. Jauh dari karaketer pelajar yang mempunyai tugas belajar, atau orang tua yang selalu sibuk bekerja memeras keringat.
Selain menimbulkan budaya Urbanisasi besar-besaran di negeri ini, sinetron juga banyak memicu tindak kriminal yang lain dan menimbulakan budaya konsumtif yang berlebihan. Bayangkan, bagaimana bisa orang desa menilai bahwa di kota, hidup sangat begitu susah mencari rejeki? Yang selalu dilihat, hanya masalah intrik keluarga, cinta dan perselingkuah, dan uang yang begitu mudahnya didapat. Bandingkan dengan mereka yang bekerja menguras keringat dalam hidupnya, tanpa ada waktu buat acara perselisihan anak2 mereka soal cinta. Boro-boro pesta, buat makan hari ini dan besuk aja masih belum pasti.
Bagaimana dengan pengaruh yang ditimbulkan dari Televisi sendiri?
Menurut data pengamatanku selama ini, sering aku melewati di daerah “pemukiman kumuh”, dan yang aku temukan begitu mengejutkannku. Rumah tak layak huni seperti itu, mempunyai Televisi 29″ keluaran cukup baru. Bahkan di daerah tepatnya dibawah tol dalam kota sisi utara Jakarta, tak jarang dijumpai antena Parabola Indovision, Astro, dsb. Begitu besar anemo masyarakat tentang budaya menonton televisi….
Bagaimana pengaruh nya terhadap perilaku masyarakat?
Dari hasil survey yang dilakukan Christian Science Monitor tahun 1996 terhadap 1209 orang tua memiliki anak antara umur 2-17 tahun, 56% responden mempengaruhi secara langsung, 26% mempengaruhi secara simultan, 5% cukup mempengaruhi, dan 11% tidak. Menurut Dr.Brandon Centerwall ( Univ. Washington) Televisi tidak langsung mempengaruhi orang-orang dewasa dalam melakukan tindak kekerasan.
Pengaruhnya sedikit demi sedikit tertanam pada pelaku sejak mereka masih anak-anak. Menurut Ron Solby ( Univ. Harvard) ada 4 dampak pengaruh anak dalam menyikapi apa yang dilihat dalam acara TV
1. Dampak Agresor, dimana sifat jahat dari anak semakin nampak
2. Dampak korban, dimana sang anak akan menjadi penakut dan semakin sulit mempercayai orang
3. Dampak pemerhati, dimana sanga anak tidak perduli akan lingkungan dan kesulitan orang lain
4. Dampak Nafsu, dimana sang anak selalu melihat dan melakukan kekerasan dalam mengatasi masalahnya.
Bayangkan bila setiap anak selalu disuguhkan 127 adegan kekerasan, berapa yang akan diterima seminggu, setahun? Mungkinkah akhirnya si anak merasa “tidak apa-apa” memukul dan menganiyaya orang lain? Tentu saja semuanya jadi dilema, tidak ada titik temu untuk memecahkannya. Christovia Wiloto, seorang penulis buku The Power of Public Relation, Pemilik station TV hingga saat ini masih mendewakan rating acaranya. Hal ini karena pemasang iklan juga menggunakan bahasa yang sama untuk memutuskan kemana iklannya diarahkan. Ironisnya jika kritik itu disampaikan ke para pekerja televisi, dalihnya juga masuk akal. Bisnis yang serat akan modal, idealnya memang sebuah tayangan harus bersifat mendidik, menghibur, dan laku jual. Tapi tayangan yang mendidik dan menghibur, belum tentu laku jual.
Bagaimana dengan anda, keluarga anda?
Bagaimana harus menyikapinya? apakah anak kita harus dijauhkan dari televisi?
Atau selalu kita dampingi saat menonton acara televisi?
Semua tergantung anda?
Tontonan yang menurut ku lebih bijaksana untuk dilihat:
1. Kick Andy ( Metro TV )
2. The Bussiness Art With Mario Teguh ( O Chanell)
3. Nu8ber ( O Chanell)
4. Perspektif ( AnTV)
5. Wisata Kuliner ( Trans TV)
6. Oasis (Indosiar)
7. Jejak Petualang ( Trans 7)
8. Surat Sahabat ( Trans 7)
9. Sport 7 ( Trans 7)
10.Snap Shot ( Metro TV)
Ditulis : Ryanmesin
Sumber Inspirasi :
Kumpulan kisah inspiratif Kick Andy
Dialog Interaktif dengan Kak Seto
The Power of Public Relation
The Bussiness Art by Mario Teguh

ya ya ya… sambil manggut-amnggut mas admin..
kayanya kita memang harus peduli
sudah telat tapi saya baru nulis nih…
http://ekojuli.wordpress.com/2009/03/24/indosiar-have-been-blocked/
Halo mas Ryan, akhirnya nemu blog ini.
Wah bagus-bagus tulisane, ternyata hobi nulis cerita juga.
Semoga sukses selalu di BPPTnya..
Jadi ingat jaman “ra enak” bareng2.
Sukses Bro..