Pertanyaan Besar

22 07 2009

Hari yang tidak begitu bersemangat, aku lalui tanpa sebuah arti….  semuanya lewat tanpa bisa menjawab sebuah pertanyaan besar. Mau apa aku dengan diriku sekarang…. ?





“Childish” kah diriku?

20 07 2009

Begitu kesepian kah diriku..?
Hingga berharap menjadi baik oleh karena kebaikanmu
Harus mengemis nafasmu tuk memulai segalanya….
Atau salahkah aku…? Jika…..
Menjadikanmu satu satunya alasan tuk melakukanya..
Atau memang seperti itukah aku..?
Anak yang belum dewasa… dan gak mau menjadi dewasa
“Childish” seperti kata mu tadi malam…?
Tak sanggup bertindak dan mengambil keputusanya sendiri tanpa mu?
Kaum Adam yang bukan malah memberikan perlindungan dan kenyamanan untukmu,
Justru amat sangat membuatmu menjadi repot dan terbosankan.





Sepi, Sepi sendiri aku benci….

5 07 2009

Hidup sendiri bukan suatu bencana

Sendiri tidak harus merasa sepi

Hanya rencana Tuhan untuk menjadikanku lebih terbiasa

Tanpa berharap banyak, dengan sebuah handphone semuanya bisa membuatku lebih bersemangat

Aku berharap engkau mengerti

Aku hanya merindukanmu saja





Empati untuk mu

20 06 2009

Keluhanmu tuk semua pertanyaanku,

Mulai membangunkan irama tinggi tuk mencaciku

Bukannya tak bisa diriku tuk berempati, dan dangkalnya semua omongan semalam

Aku hanya merasa binggung mau masuk dari mana?

Maafkan……





DTSS PJB Angkatan VI Ciawi, Gadog

9 06 2009

25-4 Juli 2009

Hari kamis, ketika aku harus mengerjakan presentasiku soal Layer Builder, hp ku tiba-tiba berbunyi….. Ntah karena konsentrasiku baru berdiskusi keteknikan dengan beberapa engineering staff ku, membutuhkan beberapa detik, baru kusadar, panggilan dari PPKP DepKeu. Ups…. Aku sudah melupakannya…. Diklat DTSS harus kuikuti menggantikan rekanku yang tidak bisa melaksanakan diklat. Busyet… Power point ku buat hari jumat belum kelar, harus mulai lagi dengan permasalahan baru..
Akhirnya, hari jumat itu juga, aku belum sempat menghubungi pusat diklat, apa yang harus aku bawa dari Jakarta. Hari minggu malam, aku mulai memasuki karantinaku untuk diasramakan. Wah, bener bener mengingatkannku akan Prajab 2005 silam. 2 minggu lamanya dalam asrama membuatku kehilangan semangat buat menjalaninya. Makanan yang monoton sempat membuat kita sering makan diluar asrama. Dan pelajaran kuliah yang membosankan untuk mendengar dan mendengar membuat badanku menjadi pasif dan malas untuk berpikir. Untung hari jumat, dapat menggerakan badan untuk sama-sama bersenam poco-poco dilapangan tenis.
Dari hari pertama yang membosankan, mendengarkan ceramah, sambutan, dan harus mulai mengenal temen baru baik di kamar maupun dikelas. Masih kaku untuk berkomunikasi dengan mereka ( temen satu kamar ) yang memang dari segi usia juga jauh berbeda. Beberapa malam aku lewati dengan mereka, aku mulai merasa nyaman. Banyak belajaran hidup yang aku dapatkan untuk menjalani profesiku di kemudian hari. Aku mendapatkan ruangan G yang mereka bilang singkatan dari Gambler karena tiap malam, pasti tak terlewatkan buat bermain kartu. Atau juga G singkatan dari Gg Semen, yang konotasinya tempat nongkronnya PSK di dekat asrama. Maklum, jadi bahan pembicaraan setiap malam. G juga boleh diartikan Geblek, Geblek, Ga Jelas, Ga niat. Hihihi… jadi seneng kalau harus mengingatnya. Mereka bernama Rinto Kusuma ( 49 th) Suhudi (45 th) dari Dirjen Pajak DepKeu, Hery (43 th), Budi (42 th) dari BKN, dan Arif ( 41 th) dari Dirjen Imigrasi DepKumHam. Gak hanya hobbi maen kartu, nonton film dewasa pun juga jadi kegemaran penghuni ruangan kita tiap malam. Woke.…Piss…..
Dengan mereka lah, ruangan saat pembukaan DTSS disulap menjadi tempat nonton final liga Champion digelar. In Focus dengan Amplifier 5000 PMPO, cukup bikin bising ruangan saat Leonel Messi (Barca) membobol gawang Edwin Van de Sar (MU).
Hari berganti hari dan saatnya untuk ujian. Karena kekonsistenan kita, tidak akan menggoyahkan kita dari meja main kartu. Kekompakan kita juga tetap berlanjut sampai meja ujian. Selain harus bikin contekan bersama, juga harus melakukan diskusi ilegal saat ujian berlansung. Hihihihi……
Special Thanks to : Sabarudin atas sharing film2 nya, Tommy yang menjadi ketua kelas, Aris yang selalu menjadi opinion leader saat bikin tugas diskusi kelompok 5.
Thanks semuannya……Akan menjadi indah, dalam cerita kehidupan kerjaku kelak.





Makluk Sosial

5 06 2009

Hidup bagai serpihan kejadian tanpa terlihat ujung yang indah

Berputar-putar tanpa menemukan dimana jalanMu berada

Menjadi manusia yang individu yang tak perduli.

Apakah harus kusesali semua tantanganya…?

Akan kubuktikan aku adalah makluk sosial dimatamu





Susahnya menjadi bagiannya

20 05 2009

Gundah, ingin ku lari, bersembunyi, bagai pecundang kerdil tanpa sayap, tanpa kawan, dan tanpa semangat.

Tercabik desahan angin liar, dan berharap malaikat menolongnya

Oh, sebegitu lemahkah hidupku.

Masalah demi masalah mencoba memutar masalah.

Lamunan kosong hanya tuk menemani pikiran.

Belajar apa yang dinamakan “Membenci hidup”

Dengan segala sesuatunya yang  tak pernah benar dimatamu

Tak becus kulakukan semuanya

Susahnya menjadi bagiannya

Sempat terlintas kata menyerah…. mundur…. dan menyudahinya

Hanya teringat nasehat seorang sahabat

Tuk menjadikanku lebih kuat jika kutemukan kelemahanya,

menuntutku menjadi lemah saat kemarahanmu menjadi kuat…..

Oh… Tuhan, apa yang harus aku lakukan…..?

Kesombongan iman selalu mengganguku.

Persahabatan kosong selalu dipersalahkan

Sikap damai ku selalu menjadi sasaran